Lebih lanjut Ia mengatakan saat ini ada pilihan yang lebih pas bagi para pegusaha hotel dan restaurant yaitu tabung gas elpiji Bright Gas berukuran 5,5 kilogram. Tabung gas non subsidi itu lebih ringan dibawa dibanding ukuran yang ada sebelumnya, yaitu ukuran 12 kilogram. “Kalau ukuran 12 kilogram itu (banyak yang malas) bukan karena mahal, tapi terlalu berat ukurannya untuk dibawa dari pengecer sampai rumah,” katanya. “Pengalihan pemakaian dari elpiji bersubsidi 3 kilogram ke Bright Gas 5,5 kilogram itu untuk mengurangi konsumsi gas bersubsidi dan mengantisipasi kekurangan LPG di pasaran, yang sering dikeluhkan masyarakat.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Pengalihan pemakaian dari gas bersubsidi ke Bright Gas 5,5 kilogram itu untuk mengurangi pengguna LPG ukuran 3 kilogram. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong para pengusaha hotel dan restaurant sebagai role model (model percontohan) bagi masyarakat untuk menggunakan produk nonsubsidi. Apalagi, Bright Gas nonsubsidi ini dimaksudkan untuk mengurangi beban subsidi pemerintah di bidang energi.
Produk terbaru Bright Gas PT Pertamina saat ini terus gencar memasarkan produk varian baru tabung gas elpiji, Bright Gas berukuran 5,5 kilogram. Bright Gas yang berwarna khas pink itu diklaim lebih aman dari kebocoran dengan katup pengaman ganda. Selain itu Bright Gas ukuran 5,5 kilogram juga lebih ringan dibawa saat mengisi ulang atau menukarkan ke pengecer. Dalam kondisi terisi, Bright Gas ini berbobot sekitar 12 kilogram atau lebih ringan dibandingkan bobot galon air kemasan.
Harga jual isi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram diklaim lebih terjangkau yaitu sekitar Rp. 60 ribuan atau lebih, harga ini memang lebih mahal dari gas elpiji ukuran 3 kilogram, karena tidak mendapat subsidi dari pemerintah. Saat ini penjualan Bright Gas 5,5 kg sudah mulai digunakan oleh para pengusaha hotel dan restaurant di Ciwidey secara bertahap. (Umi Latifah, S.Pd.i)
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















