Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
HOME

Memprihatinkan, Satu Keluarga Menderita Penyakit Paru Paru, Butuh Perhatian Pemerintah

×

Memprihatinkan, Satu Keluarga Menderita Penyakit Paru Paru, Butuh Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
40 Pengunjung

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Sungguh mengkhawatirkan kondisi Fajar Saefudin (10) warga Kampung Neglasari RT 01/11, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, tubuhnya kering kerontang tinggal kulit dan tulang saat ditemukan oleh Babinsa Haurwangi Koptu Haryadi.

Diketahui Fajar sudah sebulan tak pergi sekolah ke madrasah Al-Huda karena jatuh sakit, kondisi makin parah setelah ia tak mau makan dalam beberapa hari terakhir. Saat diperiksa Babinsa, tak hanya Fajar yang sakit. Sang ayah Aef Saefudin (45) dan sang ibu Vera (42) juga menderita sakit. Nahasnya sekeluarga ini tinggal di rumah pengap tak layak huni dengan tidak ada ventilasi udara dalam rumah dan sekeluarga ini menderita penyakit paru-paru. Mirisnya dari keterangan para tetangga, keluarga Fajar juga tak dapat jatah beras raskin. Satu rumah yang minim ventilasi tersebut ditinggali oleh tujuh orang.


“Semula mereka menolak, namun saya paksa dan saya minta bantuan sana sini untuk biaya makan yang menunggu Fajar di rumah sakit,” kata Haryadi, ditemui saat melakukan kerjabakti membersihkan dan merenovasi rumah keluarga Fajar, Sabtu (23/3).

Haryadi mengatakan, sambil menunggu uluran tangan dari donatur dan dermawan ia menyuruh warga dan tetangga membersihkan rumah milik keluarga Fajar terlebih dahulu. Kakek Fajar, Arim (54), mengatakan awalnya yang sakit itu ayahnya Fajar lalu menular ke sang istri dan lalu menular kepada Fajar.

“Awalnya hanya batuk-batuk menular ke anak dan istri, cucu saya sebulan tak sekolah, seminggu sebelum dibawa kemarin susah makan,” kata Arim.

Arim mengatakan beberapa kali ia membawa cucunya berobat ke puskesmas. Namun karena tak mampu melanjutkan biaya berobat, maka Fajar hanya mendapat pengobatan ala kadarnya.

“Ayahnya hanya tukang ojeg, kadang dapat uang kadang tidak,” kata Arim.

Arim mengatakan, nasib sedih juga menimpa dua cucunya yang tak lain masih adiknya Fajar. Dijelaskannya adiknya Fajar meninggal dalam usia satu bulan, ia meninggal di rumah seperti sesak.

“Lalu adik Fajar lainnya yakni Fajri meninggal dalam usia dua tahun,” ujarnya.


Babinsa Haurwangi Koptu Haryadi mengatakan, awal mula ia menemukan keluarga Fajar ada kabar dari teman bahwa ada yang sakit kabarnya gizi buruk.

“Saya cek ternyata semua keluarganya harus dibawa ke dokter, lalu saya bawa ke dokter Aji, di rumahnya semula satu kamar dihuni empat orang,” ungkapnya.

Dia sempat kebingungan karena saat akan dibawa keluarga yang datang dari kalangan tak mampu, tidak memegang uang sepeserpun.

“Semoga aparat dan pemerintah membantu keluarga miskin yang sakit ini, karena mereka tak punya uang sepeser pun,” tandas Haryadi.(Farhan MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *