Dia menyebut, minibus dalam perjalanan pulang ke Indramayu setelah sebelumnya berwisata di Tangkuban Parahu. Namun, saat meluncur di Tanjakan Aman–sebutan baru yang diberikan oleh Kemenhub (sebelumnya bernama Tanjakan Emen), minibus hilang kendali, sehingga terjadi kecelakaan.
Kendati begitu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya kecelakaan.
“Apakah rem blong atau faktor lain, masih kami selidiki, yang pasti kendaraan itu hilang kendali,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Subang, Rona Mairansyah yang dikontak MMN.CO (13/3), menduga kuat minibus itu kecelakaan akibat rem blong. Pasalnya, pada saat terjadi insiden, kendaraan berada pada posisi gigi tiga dan rem tangan sudah ditarik oleh pengemudi.
“Kayaknya sopir panik, lalu dia tarik tuas rem tangan, jadi kemungkinan besar remnya blong, posisi kendaraan juga ada di gigi tiga, melaju kencang,” pungkas Rona.
Saat ini, para korban dievakuasi ke RSUD Ciereng Subang untuk mendapat perawatan medis, dan minibus yang kecelakaan dibawa ke Polsek Jalancagak. Sementara petugas dari Polres Subang terpantau melakukan olah TKP.
(abh)















