“Boro-boro kanggo ngontrak bumi, jang emam ge sapopoe hese masih kirang. Jangankan mengontrak rumah, untuk makan sehari-hari juga masih saja sering kurang,” kata Aya seraya meneteskan air mata.
Sedangkan tanah tempat gubuk reyot yang didirikannya adalah milik warga setempat yang dipinta izin untuk ditempatinya.
Keduanya berharap mendapat perhatian dari pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat, agar bisa memiliki tempat untuk bertahan hidup yang layak. (Jay)















