MetroMediaNews.co – Musim kemarau panjang membuat sejumlah wilayah di Cianjur mengalami kesulitan air bersih. Tak sedikit warga terpaksa memanfaatkan air yang sudah menguning atau meminta air bersih kepada warga lainnya. seperti halnya warga di Desa Pakuon Kecamatan Sukaresmi dan Desa Batulawang Kecamatan Cipanas.
Kepala Desa Pakuon Herman Hidayat mengatakan,
hampir setiap tahun jika musim kemarau tiba warganya ada yang mengalami kesulitan air bersih. Kondisi airnya menguning dan berbau sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Tak jarang warga rebutan air bersih untuk dikonsumsi.
“Ada warga di Kampung Simpang, Leuweng Datar, dan Kampung Babakan Tengah yang kerap kesulitan air bersih. Sehingga kami membutuhkan adanya bantuan pemerintah kabupaten atau pusat untuk pengadaan sumur bor, karena selama ini Pemkab atau pemerintah pusat belum pernah menggulirkan bantuan sarana air bersih,” terangnya.
Dijelaskannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam ketersediaan sarana air bersih,
rencananya akan dibuatkan sumur bor di dusun dua dan tiga, diantaranya ialah Kampung Babakan tengah RW 6 yang menjangkau 5 RT, dan Leuweung datar. Namun pembangunannya direncanakan tahun depan.
“Jadi yang lebih diutamakan pada Musdes tahun ini yakni masalah prasarana bagi warga. Dengan begitu, Pemdes sangat siap untuk merealisasikan rencana sarana air bersih. InsyaAllah kita akan segera merealisasikannya nanti ketika sudah siap dengan anggarannya rencana tahun 2020, namun untuk waktu dekat jika pemerintah mau menggulirkan bantuan kami sangat merespon baik,” ujarnya.
Sementara itu di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, sejumlah warga mengeluhkan sumur yang kering. Padahal daerah tersebut terbilang berada di dataran tinggi.
“Ini mungkin karena faktor alam sehingga di blok Cikole sejumlah sumur warga kering saat musim kemarau tiba,” ujar Kepala Desa Batulawang Nanang Rohendi.
Diakuinya ini terjadi pengaruh sejumlah lahan yang menjadi kawasan tani sayur mayur, dan pemukiman sehingga jarangnya hujan turun membuat sumur warga kering. Saat ini warga mengharapkan adanya bantuan Pemkab atau pemerintah pusat untuk pembuatan sumur bor/artesis.
“Warga di Blok Cikole saat ini menggunakan air dari tetangganya yang memiliki air bersih. Ini terjadi saat musim kemarau melanda sejumlah wilayah, makanya kami mengharapkan adanya bantuan pemerintah untuk pembuatan sumur bor,” tuturnya.
Sementara itu untuk hasil bumi semenjak kemarau mengalami penurunan. Pasalnya lahan pertanian padi dan hortikuktura kekurangan pasokan air.
“Kawasan pertanian kami ini memanfaatkan air hujan / tadah hujan, jadi saat kemarau terjadi penurunan hasil bumi. Tak sedikit lahan pertanian dibiarkan mengering dan menjadi semak semak,” tukasnya.
Editor: Dedy Rahman
Reporter: Farhan MR















