HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
Internasional

Parlemen Pan-Afrika: Parlemen Eropa Jangan Terlibat dalam Krisis Maroko-Spanyol

62
×

Parlemen Pan-Afrika: Parlemen Eropa Jangan Terlibat dalam Krisis Maroko-Spanyol

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Johannesburg – Parlemen Eropa tidak boleh terlibat dalam krisis antara Kerajaan Maroko dan Spanyol karena ini adalah krisis bilateral yang dapat diselesaikan melalui cara diplomatik atau negosiasi langsung. Demikian pernyataan resmi Ketua Parlemen Pan-Afrika (PAP), Roger Nkodo Dang, Kamis, 10 Juni 2021.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

“Parlemen Pan-Afrika meminta mitranya dari Eropa untuk menahan diri dari posisi apa pun yang mungkin memperburuk ketegangan dan menyerukan kedua pihak untuk menyelesaikan krisis dalam kerangka kerja bilateral murni,” kata Nkodo Dang kepada pers.

Dia menyambut baik keputusan Yang Mulia Raja Mohammed VI tentang kembalinya semua anak-anak Maroko yang memasuki Uni Eropa secara ilegal.

“Fakta membuktikan bahwa Kerajaan Maroko memainkan perannya dalam perang melawan terorisme, imigrasi ilegal dan perdagangan manusia, sesuai dengan prinsip dan persyaratan kemitraan yang mengikatnya dengan Uni Eropa dan lingkungan regionalnya,” kata Nkodo Dang yang sebentar lagi memasuki purna tugasnya sebagai Ketua Parlemen Pan-Africa, memberikan contoh.

Maroko, tambah Nkodo, juga memainkan peran penting dalam pengelolaan masalah migrasi di Afrika, yang telah disambut dalam banyak kesempatan oleh Kepala Negara dan Pemerintah negara-negara Afrika.

“Sebagai bagian dari kebijakan berbagi pengalaman, khususnya di bidang migrasi, Kerajaan Maroko telah mengambil inisiatif untuk menjadi tempat pendirian Pusat Afrika pertama yang didedikasikan untuk studi dan analisis persoalan keimigrasian, yang sekarang disebut ‘Observatorium Migrasi Afrika’,” kenangnya.

Nkodo Dang juga menggarisbawahi, penghormatan yang tinggi terhadap komitmen yang dibuat oleh Parlemen Eropa dan Parlemen Pan-Afrika selama KTT Kepala Negara dan Pemerintahan Uni Afrika dan Uni Eropa, di Abidjan pada tahun 2017.

“Sebenarnya dua pihak telah sepakat bahwa semua masalah antara dua negara adalah masalah hubungan bilateral antara mereka dan kedua Parlemen hanya dapat melakukan intervensi jika mereka telah memperdebatkan masalah ini sebelumnya,” tutup Nkodo Dang.

(PERSISMA/Red)

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *