“Kita memohon, semoga keindahan dan daya tarik potensi wisata Gunung Galunggung senantiasa selalu memancarkan pesona daya tarik bagi para wisatawan yang senantiasa memberikan kemakmuran bagi masyarakat Kecamatan Sukaratu pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya pada umumnya”, katanya.
Menurut Wakil Bupati, Galunggung identik dengan Tasikmalaya artinya orang akan mengenal Tasikmalaya dengan Galunggungnya. “Galunggung itu bukan sekedar nama sebuah gunung, tetapi sekaligus merupakan simbol peradaban sunda masa lalu yang adiluhung. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya berbagai peninggalan masa lalu berupa situs, artefak yang menjadi bagian dari sejarah Tasikmalaya hingga kini”, tuturnya.
Gunung Galunggung pertama kali erupsi pada tanggal 8 Oktober 1822 dengan menelan korban jiwa sebanyak 4011 orang dan 114 Desa musnah. Letusan ke-2 terjadi tahun 1894 letusan ini mengakibatkan 50 desa hancur dan 22 desa diantaranya ditinggal penduduk mengungsi. Gunung Galunggung terakhir meletus pada tanggal 5 April tahun 1982.
Selain doa bersama rangkaian acara peringatan 36 tahun meletusnya Gunung Galunggung akan diisi dengan kegiatan gerak jalan santai yang akan berlangsung hari Sabtu, 27 April 2018.
Penulis: Budi
Editor: Dedy















