MMN.co, Cianjur – Pemerintah Desa (Pemdes) Malati, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin 16 Agustus 2021 menyalurkan BLT DD, BST dan PKH kepada warga yang sudah terdaftar dalam data keluarga penerima manfaat (KPM). Ada sekitar 274 warga penerima KPM.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Pantauan MMN.co, penyaluran pembagian BLT DD, BST dan PKH langsung dipimpin oleh Kepala Desa Malati dan dikawal oleh TNI-POLRI. Kegiatan pun berjalan dengan tertib dengan mematuhi protokoler kesehatan (Prokes) yang ketat.
Kepala Desa Malati, Ceceng Rustiawan menjelaskan, didesa Malati penyaluran bersumber dari dana desa. Untuk bulan ke 5 dan ke 7 sudah tersalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sesuai data yang disepakati hasil musyawarah desa (Musdes) bersama BPD sebanyak 20 KPM yang menerima bantuan.
“Adapun untuk rencana penyaluran BLT dana desa bulan ke 8 data harus berubah lagi, karena ada aturan BLT yang bersumber dari Dana Desa harus kembali ke data awal jumlah penerima dari data awal di tahun 2020 dengan jumlah KPM. Untuk desa Malati sebanyak 120 keluarga penerima manfaat (KPM),” jelasnya, Senin (16/8/2021).
Adapun untuk bantuan lain akibat diberlakukan nya peraturan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk khusus bantuan sembako per KPM berupa beras sebanyak 10 kilogram dari Pemerintah Pusat untuk di Desa Malati jumlah keseluruhan penerima bantuan yang sudah terdata kurang lebih ada sebanyak 254 KPM.
“Dari jumlah 274 KPM yang menerima bantuan terdiri dari 54 KPM BST dan 209 KPM PKH dan BPNT. Sampai saat ini sudah tersalur habis dan sampai kepada orang-orang yang berhak menerimanya yaitu yang tersebar di 12 RW di 4 Kedusunan,” terangnya.
Ceceng menegaskan, untuk bantuan lain seperti sembako bagi KPM, BPNT dan PKH tidak ada masalah karena penyaluran nya ditangani melalui agen E-Warung yang berjalan seperti biasa sehingga tidak ada masalah.
“Dengan adanya bantuan tersebut KPM merasa terbantu dari kesulitan untuk mencukupi kebutuhan pokok keseharian karena mungkin dampak adanya Pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan PPKM,” tegasnya.
Untuk masukan nya terkait data penerima bantuan sembako, khususnya untuk penerima KPM, BPNT dan PKH dilapangan masih ada sedikit masalah keluhan dari sebagain warga masyarakat.
“Keluhannya masih ada data dilapangan yang tidak sesuai data walaupun data tersebut hasil dari repitasi tapi belum mengambarkan data yang diusulkan itu. Memang belum betul-betul riel data yang sesuai dilapangan masih ada sebagian data 1, 2, 3 data KPM yang seharusnya tidak layak menerima masih menerima, sebaliknya yang layak menerima tapi tidak menerima dan ini harus jadi catatan kepada para pemangku kebijakan yang mendata baik dari Pemerintah Kabupaten ataupun Pusat untuk segera diperbaiki supaya tidak terjadi kecemburuan di mata masyarakat yang berdampak terhadap Pemerintah Desa (Pemdes),” pungkasnya.
(Jay)
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











