Iskandar menilai langkah Korwasis Madina yang memilih jalur pendidikan sebagai media sosialisasi merupakan bentuk pencegahan yang tepat. Menurutnya, pendidikan dapat menjadi benteng awal agar pelajar tidak mudah terpengaruh oleh narkoba maupun penyalahgunaan zat adiktif lainnya seperti lem.
Program Gen Pena Dinilai Menjadi Langkah Strategis Membangun Pelajar Berprestasi dan Bebas Narkoba
Program Perangi Narkoba Lewat Pendidikan bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar tentang bahaya narkoba, membentuk karakter generasi muda yang sehat dan berprestasi, serta memperkuat ketahanan diri agar tidak mudah terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah melalui pendidikan, pembinaan, dan motivasi untuk meraih prestasi.
“Memerangi narkoba adalah tanggung jawab bersama. Tidak mungkin hanya dibebankan kepada polisi dan BNN. Semua pihak harus terlibat, mulai dari pemerintah, DPRD, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga keluarga,” tegasnya.
Penyalahgunaan narkoba diketahui dapat menimbulkan berbagai dampak buruk, mulai dari kerusakan kesehatan fisik dan mental, menurunnya prestasi belajar, meningkatnya angka kriminalitas, hingga rusaknya masa depan generasi muda. Tidak hanya itu, narkoba juga dapat menghancurkan hubungan keluarga, mengganggu stabilitas sosial masyarakat, serta menghambat pembangunan daerah akibat hilangnya sumber daya manusia yang produktif.
Karena itu, upaya pencegahan melalui pendidikan dinilai jauh lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan penindakan hukum semata.
Diketahui, kegiatan perdana Panitia Generasi Penerus Bangsa (Gen Pena) dijadwalkan berlangsung dalam bulan ini dengan sasaran peserta pelajar tingkat SMP dan SMA, khususnya di Kecamatan Siabu.















