PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DaerahHOMEJawa BaratSumedangTransportasi

Perkuat Integrasi Transportasi Massal, Bupati Sumedang Tanda Tangani Kerja Sama PSO BRT Cekungan Bandung

264
×

Perkuat Integrasi Transportasi Massal, Bupati Sumedang Tanda Tangani Kerja Sama PSO BRT Cekungan Bandung

Sebarkan artikel ini
758964
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menandatangani Kerja Sama Daerah dengan Daerah Lain (KSDD) terkait penyediaan Public Service Obligation (PSO) untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung. (Poto: Istimewa)

BANDUNG – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menandatangani Kerja Sama Daerah dengan Daerah Lain (KSDD) terkait penyediaan Public Service Obligation (PSO) untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung, dalam rangkaian acara Groundbreaking Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) di Terminal Leuwi Panjang, Bandung, Rabu (22/7/2026).

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Penandatanganan kerja sama tersebut, disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, bersama kepala daerah di kawasan Bandung Raya, yakni Wali Kota Bandung, Wali Kota Cimahi, Wakil Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, serta Bupati Sumedang.

Adapun kerja sama ini, menjadi tonggak penting dalam mendukung penyelenggaraan layanan angkutan umum massal yang terintegrasi, berkelanjutan, dan terjangkau bagi masyarakat di kawasan Cekungan Bandung.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menjelaskan, pembangunan BRT Cekungan Bandung merupakan bagian dari Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) yang didukung Pemerintah Indonesia, World Bank, dan Agence Française de Développement (AFD).

“Melalui pembangunan infrastruktur dan penerapan Intelligent Transportation System (ITS), layanan BRT Cekungan Bandung ditargetkan memiliki waktu tunggu maksimal tujuh menit pada jam sibuk dan lima belas menit pada jam tidak sibuk,” ujarnya.

“Semoga masyarakat semakin beralih menggunakan transportasi publik sehingga kemacetan dan emisi dapat ditekan,” harapnya pula.

Secara keseluruhan, proyek tersebut mencakup pembangunan 6 depo BRT, 719 halte off-corridor, 34 halte on-corridor, jalur khusus BRT sepanjang 21 kilometer, serta sistem ITS metropolitan.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *