Total nilai pembiayaan proyek mencapai 264 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,8 triliun, sedangkan pembangunan infrastruktur BRT di kawasan Cekungan Bandung memiliki nilai investasi sekitar Rp1,3 triliun.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa transportasi publik modern merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi bagian dari upaya membangun kota yang lebih tertata serta ramah lingkungan.
“Kehadiran BRT harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan publik, mulai dari trotoar, penerangan jalan, keamanan, hingga perubahan budaya masyarakat dalam menggunakan transportasi umum,” tegas KDM.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa Indonesia Mass Transit Project merupakan langkah strategis untuk menjawab persoalan kemacetan di kawasan metropolitan Bandung Raya.
“Yang kita bangun bukan sekadar infrastruktur, tetapi sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, aman, nyaman, dan menjadi pilihan utama masyarakat,” ungkapnya.
“Penandatanganan PSO hari ini juga menjadi jaminan agar layanan angkutan massal dapat beroperasi secara berkelanjutan dengan tarif yang tetap terjangkau,” pungkasnya.
Melalui penandatanganan kerja sama tersebut, Pemkab Sumedang menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan sistem transportasi massal yang terintegrasi di Bandung Raya.
Kehadiran BRT diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan metropolitan, termasuk Kabupaten Sumedang. (Gani Purnama)
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











