Pucuk pimpinan datang dan pergi silih berganti. Tugas mereka yang maha penting adalah merebut hati rakyat dan mengembalikan kepercayaan publik. Sebab, apa jadinya jika polisi tidak dipercaya oleh rakyat.Karena itu, independensi dan profesionalisme menjadi “kunci gembok” yang kuat untuk memasung perilaku polisi yang tidak sesuai dengan Tri Brata Dan Catur Prasetya Polri serta semangat Reformasi.
“Polisi Presisi yang diusung oleh Jenderal Sigit idealnya ingin menghadirkan polisi negara yang mengayomi, melayani, melindungi serta menegakkan hukum yang bermartabat. Polisi adalah alat negara, bukan alat kekuasaan. Karena itu dia bekerja dan mengabdi pada kepentingan negara dan rakyat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi oleh tokoh agama, Tokoh Adat dan tokoh masyarakat serta dari kalangan mahasiswa di kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak anak yatim dan Tausiyah singkat dari Ustadz Denny Suriansyah, M.A dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muhammad Yanis, S.I.K, M.H, H. Muhammad Nasir Djamil S.Ag, Msi sebagai narasumber, unsur Forkopimda Aceh Tamiang, Wakapolres Aceh Tamiang, PJU Polres Aceh Tamiang, Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tamiang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, BEM Stai Aceh Tamiang, rekan rekan wartawan dan Personel Polres Aceh Tamiang.(Fahrid)















