“Kami akan terus menyisir seluruh warung yang terindikasi menampung anak bolos,” katanya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Achmad menegaskan, pemilik warung juga akan diberikan pemahaman agar tidak membiarkan tempat usahanya digunakan sebagai lokasi berkumpulnya pelajar yang meninggalkan sekolah tanpa alasan yang jelas.
“Jika warung sudah kita berikan pengertian dan masih tetap menjadi tongkrongan pelajar bolos sekolah, akan kita berikan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila dalam penertiban ditemukan pelajar yang membolos, Satpol PP akan melakukan penanganan sesuai prosedur. Pemilik warung yang dengan sengaja memfasilitasi aktivitas tersebut juga dapat dipanggil untuk dimintai keterangan dan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika ada pelajar yang tertangkap, kami tidak hanya mengamankan mereka, tetapi pemilik warung yang sengaja memberi fasilitas juga akan kami panggil dan diberikan sanksi sesuai aturan,” tegasnya.
Sementara itu, warga sekitar berharap penertiban tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan. Pasalnya, menurut warga, aktivitas pelajar di lokasi tersebut kembali terjadi meski sebelumnya telah beberapa kali didatangi petugas.
“Sudah beberapa kali warung didatangi petugas Satpol PP, tetapi kenapa ya kok selalu ada lagi pelajar bolos di situ nongkrong?” kata Rara (40), salah seorang warga setempat.
Warga berharap sinergi antara Satpol PP, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat diperkuat untuk mencegah pelajar meninggalkan sekolah pada jam belajar serta memastikan lingkungan sekitar sekolah maupun tempat usaha tidak menjadi lokasi bolos.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











