Ia menambahkan, udang vaname dipilih karena merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan telah menjadi bagian dari aktivitas perikanan masyarakat pesisir Kota Tegal. Selain meningkatkan produksi, program ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan hilirisasi hasil perikanan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara itu, Komandan Lanal Tegal, Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman, mengatakan sebagian peserta merupakan warga yang telah memiliki tambak namun belum dikelola secara optimal. Melalui pelatihan dan pendampingan ini, mereka diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih modern, efektif, dan efisien.
“Teknologi budidaya terus berkembang. Karena itu masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru agar usaha tambak yang dijalankan mampu menghasilkan produktivitas yang lebih baik,” katanya.
Program pelatihan budidaya udang vaname ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi TNI AL dalam mendukung ketahanan pangan nasional berbasis sektor maritim. Selain meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya di Kota Tegal.
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, masyarakat pesisir diharapkan mampu memanfaatkan potensi kelautan secara lebih produktif sehingga ketahanan pangan maritim dan kemandirian ekonomi daerah dapat terus diperkuat.
Penulis: Kuncoro Wijayanto















