Selain kehilangan mata pencaharian, Anah juga mengalami luka ringan akibat kecelakaan. Meski demikian, ia mengaku belum mendapatkan bantuan pangan berupa 30 kilogram beras tersebut.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ia pun hanya bisa menyaksikan warga lainnya membawa pulang beras bantuan.
“Saya asli warga sini, dari dulu sampai sekarang tidak pernah pindah domisili. Tapi kenapa tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun?” kata Anah dengan nada kecewa.
Sementara itu, Lurah Bojongbata Mirza Agus Faishal saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa daftar penerima bantuan mengalami perubahan berdasarkan hasil validasi dan pembaruan data terpadu yang dilakukan pemerintah pusat.
Menurutnya, pihak kelurahan akan melakukan validasi terhadap warga yang merasa layak mendapatkan bantuan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Kami akan memfasilitasi dengan kebijaksanaan kami sendiri. Setiap kali kita menyalurkan bantuan, pastinya ada yang mendapatkan dan ada yang ditukar atau diganti, tentunya untuk warga yang tidak ada di tempat atau tidak diketahui keberadaannya,” jelas Mirza, Senin siang (24/8/2026).
Ia mengatakan, apabila terdapat penerima yang tidak ditemukan di lapangan, pihaknya dapat mengusulkan penggantian dengan warga lain yang masuk dalam data cadangan sesuai ketentuan.
“Kami ganti dengan warga yang lain yang dalam data cadangan dengan syarat Desil 1 sampai 5. Itu sudah menjadi arahan dari Bulog dan pemerintah pusat untuk mengutamakan masyarakat Desil 1 sampai 5,” tambahnya.
Keterbatasan kuota dan mekanisme pemutakhiran data menjadi salah satu faktor masih adanya warga yang merasa belum terakomodasi dalam penyaluran bantuan tersebut.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











