SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Sempat Ditutup Puncak Kemarau, Pendakian TNGGP Kembali Dibuka

140
×

Sempat Ditutup Puncak Kemarau, Pendakian TNGGP Kembali Dibuka

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Terhitung sejak tanggal 12 hingga 21 Agustus 2019 atau selama 10 hari, Balai Besar (BB) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), resmi mengeluarkan surat edaran tentang penutupan kegiatan pendaki di TNGGP. Penutupan ini didasari puncak musim kemarau yang jatuh pada bulan Agustus, sehingga rawan kebakaran hutan.

“Selama 10 hari kedepan TNGGP resmi dututup sementara bagi para pendaki. Rencananya pada tanggal 22 Agustus 2019 pendakian akan kembali dibuka,” kata Kepala Bidang PTN Wilayah Cianjur 1 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Diah Qurani, M.Si

Dirinya mengatakan, hal tersebut dilakukan berdasarkan prakiran musim kemarau tahun 2019, yang dikeluarkan oleh Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, bahwa di bulan Agustus adalah puncaknya musim kemarau di Pulau Jawa khususnya di Cianjur, Sukabumi dan Bogor.

“Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, maka dari itu BBTNGGP mengantisipasi kebakaran hutan, pengamanan kawasan, dan mengadakan kegiatan operasi bersih. Dengan begitu kita tutup sementara untuk kegiatan pendakian,” terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada para pendaki, setelah dibukanya kembali Gunung Gede Pangrango mereka harus membawa sampah turun. Ini demi keselamatan lingkungan Gunung Gede Pangrango.

“Jangan sampai sampah ditinggal di atas, karena musim kemarau kondisi di atas kering sehingga mudah terbakar,” tegasnya.

Selain itu jangan pula para pendaki membuat api unggun, jangan juga mereka meninggalkan api sekecil apapun sebelum betul – betul padam, dan jangan sampai pendaki membuang puntung rokok sembarangan.

“Kami pun terus sosialisasikan kepada pendaki tentang berbagai larangan dalam pendakian, terlebih musim kemarau seperti ini kondisinya kering dan rawan kebakaran hutan. Kami pun kini terus giat patroli anggota sebagai antisipasi hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.

Editor: Dedy Rahman
Reporter: Farhan MR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *