Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat itu juga menyinggung masalah pendataan siswa. Hal itu berimplikasi pada penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP).
“Pada beberapa kunjungan ke madrasah kita menemukan dalam satu kelas, hanya ada 3 orang yang mendapatkan PIP. Ketika menyampaikan hal itu kepada Menteri Agama dan Menteri Sosial, kedua Menteri menyebut masalah tersebut akibat data calon penerima program yang kerap tidak valid di tingkat daerah,” ungkapnya.
Lebih jauh Kang Ace juga menyoroti beragam masalah pendataan di dinas sosial yang berimplikasi pada kecilnya penerima bantuan sosial bidang pendidikan.
“Namun alasan pihak dinas bahwa masalah pendataan itu adanya di tingkat desa berdasarkan masukan RT dan RW,” sambungnya.
Masalah seperti ini, kata Kang Ace, harus diurai supaya mereka yang berhak tidak ditinggal sementara yang tidak berhak justru mendapatkan beragam bantuan.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Cece Hidayat, l dalam sambutannya sempat menyampaikan bahwa kehadiran Kang Ace sebagai Anggota DPR RI harus dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi bagi kemajuan Pendidikan Islam.
“Kita perlu sharing dengan beliau, karena beliau ini tahu masalah pendidikan di lapangan. Mudah-mudahan dari NGOPI ini kita bisa mendapatkan solusi untuk pemajuan pendidikan Islam kedepan,” sebut Cece.
Kita juga ingin mendengar masukan dari para anjengan dan tokoh-tokoh agama. Sehingga pendidikan Islam di Kabupaten Bandung semakin bagus,” tambahnya.
(Red)















