PEMALANG – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang menggelar simulasi sistem pengamanan Pilkades di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran pesta demokrasi tingkat desa yang akan digelar di 173 desa se-Kabupaten Pemalang.
Simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata yang berpotensi terjadi saat proses pemungutan maupun penghitungan suara. Dalam skenario yang diperagakan, massa yang tidak puas terhadap hasil penghitungan suara mulai melakukan aksi protes dan berupaya menerobos area Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Menghadapi situasi tersebut, anggota Satlinmas yang bertugas di garis depan dengan cepat membentuk pagar betis guna mengamankan lokasi dan mencegah eskalasi konflik. Selanjutnya, Tim Penindak Huru-Hara dari Satpol PP diterjunkan untuk mengendalikan situasi, membubarkan kerumunan, serta mengamankan kotak suara dan dokumen penting agar proses demokrasi tetap berjalan sesuai aturan.
Kepala Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) Satpol PP Kabupaten Pemalang, Agus Sarwono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari persiapan teknis menghadapi Pilkades serentak tahun 2026.
“Persiapan pengamanan Pilkades serentak yang akan dilaksanakan pada November mendatang melibatkan 173 desa di Kabupaten Pemalang. Dalam rangka mendukung pelaksanaan Pilkades tersebut, peran Satlinmas sangat dibutuhkan untuk bersama-sama melaksanakan pengamanan di lapangan,” ujar Agus.















