“Kalau ingin mengkritik, kritiklah dengan data. Jangan berdasarkan asumsi, kebencian atau apa yang sedang viral. Lihat persoalannya dari berbagai sudut pandang,” katanya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Kritik Harus Berdasarkan Data
Wabup Sumedang juga mengajak para calon Paskibraka memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan edukasi dan informasi positif.
Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi bagian dari solusi di tengah derasnya arus informasi, bukan justru ikut menyebarkan provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.
“Indonesia tidak anti kritik. Kritik sangat dibutuhkan untuk membangun negara, tetapi kritik harus berisi solusi dan berdasarkan data. Jangan sampai kita mudah diadu domba,” ujarnya.
Selain literasi digital, Fajar menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak usia muda. Ia meminta para calon Paskibraka menjadikan kejujuran, disiplin, adab, tanggung jawab dan konsistensi sebagai prinsip yang harus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Adab harus di atas ilmu. Di mana pun kalian nanti bekerja dan menjadi apa pun, jangan pernah lupakan kejujuran. Jaga disiplin, tanggung jawab dan konsistensi,” tuturnya.
Diminta Tidak Takut Gagal
Fajar juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak takut mengalami kegagalan dalam mengejar cita-cita.
Menurutnya, masa muda merupakan momentum terbaik untuk mencoba berbagai peluang, mengevaluasi kegagalan dan terus belajar hingga menemukan jalan yang tepat.
Ia bahkan berpesan kepada peserta yang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI, Polri, ASN maupun profesi lainnya agar tidak terpaku hanya pada satu pilihan.
“Habiskan masa gagal kalian ketika masih muda. Kalau gagal di satu jalan, coba jalan yang lain. Yang penting terus berikhtiar, beradaptasi dan jangan berhenti belajar,” katanya.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











