MetroMediaNews.co – Sokhihaogo Hulu (58) hanya bisa pasrah dan menerima nasibnya, sebab sudah 12 tahun dia mengalami sakit stroke tanpa adanya perawatan maupun pengobatan. Padahal dirinya sangat berharap dapat sembuh seperti sedia kala.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Sama hal nya, Erison Hulu (36) bapak satu anak ini menderita Katarak sudah sejak lama.
Diketahui, baik Sokhihaogo Hulu maupun Erison Hulu merupakan warga kurang mampu (miskin), sehingga untuk berobat mereka tidak memiliki biaya.
Ironisnya, kedua warga kurang mampu itu yang berasal dari Lawa-Lawa Luo, desa Lawa-Lawa Luo Idanotae, Kecamatan Ulu Idanotae belum pernah mendapatkan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari hari saja mereka berharap belas kasih tetangga dan orang lain,” ujar Aktivis Sosial, Marinus Hulu saat dihubungi MetroMediaNews.co, Sabtu (4/1/2020).
Marinus Hulu mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami keluarga Sokhihaogo Hulu maupun Erison Hulu.
“Ini sangat ironis, seyogyanya pemerintah daerah bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Kemana fungsi aparat pemerintah desa. Sehingga keluarga Sokhihaogo Hulu maupun Erison Hulu seperti luput dari pengawasan,” ujar Marinus.
Untuk itu Marinus mendesak kepada dinas kesehatan agar segera melakukan penanganan medis terhadap penyakit yang diderita oleh Sokhihaogo Hulu dan Erison Hulu. Karena kesehatan adalah hak dasar bagi warga negara. Pemerintah harus hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Bagi pejabat pemerintah, cobalah peka terhadap persoalan yang cukup miris ini,” tegasnya.
Editor: Red
Penulis: Dedy Rahman
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











