SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Megapolitan

3 Tahun Kasusnya Tak Kunjung Selesai, Linda Penderita Difabel Terus Berjuang Mencari Keadilan untuk Sang Suami

130
×

3 Tahun Kasusnya Tak Kunjung Selesai, Linda Penderita Difabel Terus Berjuang Mencari Keadilan untuk Sang Suami

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Jakarta – Kisah perjalanan hidup seseorang itu tidak ada yang tahu. Ada yang beruntung dengan kehidupan serba kecukupan, ada pula yang ditakdirkan harus hidup didalam kesulitan secara terus menerus. Tugas kita sebagai manusia wajib mensyukuri apa yang telah Tuhan gariskan pada makhluk ciptaan-Nya.

Namun seorang istri yang Difabel ini membuktikan bahwa ditengah keterbatasannya dan kesulitan keluarga dia mampu bertahan hidup. Meskipun dalam kondisi cacat, ibu ini tetap mampu mengerjakan pekerjaan dua kali lebih berat dari orang pada umumnya untuk memperjuangkan hak-hak suaminya.

Linda (43) seorang pekerja serabutan semenjak kecelakaan suaminya pada tahun 2017 lalu, menjalani pekerjaan apapun, terkadang menjadi tukang urut keliling, pedagang roti keliling dan apapun yang diberikan pekerjaan oleh orang dia tetap lakoni dalam kondisi keterbatasannya berjalan.

Selama 3 tahun kasus akan kecelakaan suaminya pun tidak kunjung usai diselesaikan yang pada akhirnya berujung ke dalam Meja Hijau di tahun 2020 di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara 13/Pdt.Sus-PHI/2020/PN Jkt.Pst.

“Saya mengharapkan putusan yang seadil-adilnya, sudah 3 tahun ini saya bertahan hidup untuk menghidupi dan memperjuangkan keluarga saya. Saya selalu dipermainkan oleh oknum-oknum Pemerintah DKI Jakarta saat Tripartit dan Bipatrit. Dan saya yakin nanti yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara saya tersebut mempunyai keyakinan yang adil dan mampu memberikan putusan yang seadil-adilnya,” ujar Linda kepada wartawan.

Linda menuturkan, untung saya bertemu dan dibantu oleh Kuasa Hukum dari Tim LBH KSBSI Jakarta, yakni bang Poltak, Irwan, AL, dan kawan-kawan.

“Pada proses Pengadilan ini, Kuasa Hukum tidak pernah saya berikan apapun, namun dengan hati yang selembut embun dia membantu saya untuk mencari keadilan suami saya. Walaupun kondisi saya berjalan sangat kurang, saya tidak akan pernah menyerah untuk mengembalikan hak-hak suami saya,” katanya.

Poltak selaku Kuasa Hukum Linda menjelaskan, ini lah perjuangan para pencari keadilan, kami selaku Kuasa Hukumnya akan terus memberikan bantuan hukum yang sangat cukup maksimal kepada Budi suaminya Linda.

“Saya sangat cukup yakin dan percaya Yang Mulia Majelis Hakim yang mengadili dan memutuskan perkara akan memberikan keadilan yang sesungguhnya dan mengembalikan hak-hak yang telah semestinya menjadi hak pak budi ini,” ucap Poltak.

Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya. Meski memang kita tak dapat memilih di ruang yang mana, masa yang kapan dan dalam rongga tubuh seperti apa jiwa kan singgah. Pernah terlintas di bayang, bagaimana jika manusia dapat memilih nasibnya sendiri? Pastilah terpilih segala yang terbaik. Namun, apakah esensi manusia tetap melekat dalam diri? Semua yang terlahir akan tampan dan cantik.

Dengan segala kekayaan duniawi di masa yang damai tak terelakkan lagi. Tak ada lagi yang namanya doa dan berserah diri. Usaha dan memperbaiki diri. Yang ada hanyalah interupsi. Tuhan semakin banyak diinterupsi oleh orang-orang yang selalu ingin lebih dan terbaik menurut versinya sendiri-sendiri. Tak ada lagi seni berharap dan bertahan. Yang ada hanya kekalapan dengan keberagaman yang pudar.

“Begitu pula ibu linda. Saya yakin dia tak pernah memilih untuk dilahirkan seperti itu dengan hidup sebagai difabel untuk selamannya,” pungkasnya.

Editor: Red
Penulis: Iwan S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *