MetroMediaNews.co|Cianjur – Pemilihan kepala desa di Panyusuhan berujung ricuh. Pemicu terjadinya kericuhan diduga ada salah satu calon kepala desa yang diketahui melakukan kecurangan dengan melakukan membagikan uang (Money Politik), sehingga memancing pendukung calon lain yang merasa tidak puas untuk melakukan protes kepada Panitia dan Panwas.
Asep Nurjaman selaku Panitia Pengawas (Panwas) dan juga menjabat sebagai BPD desa Panyusuhan mengatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan untuk lebih rinci insiden kericuhan dalam pelaksanaan Pilkades.
“Sementara belum bisa dibuktikan dan saya belum bisa berikan keterangan,” kata Asep singkat kepada MetroMediaNews.co melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (23/2/2020).
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades, Abas Susambas membenarkan adanya masyarakat yang datang ke desa terkait pilkades.
“Iyah kang masyarakat datang ke desa, dari Brimob pun datang,” katanya.
Babinkantibmas Desa Panyusuhan, Bripka Veri, membenarkan adanya insiden kericuhan yang dipicu ketidakpuasan calon dan timnya yang kalah.
“Benar pak ada kericuhan. Saya kira itu pemicunya karena ketidapuasan calon yang kalah,” ucapnya.
Veri menegaskan, terkait pengamanan pasca pilkades terus di lakukan oleh dirinya dan di bantu dari Polsek hingga kondusif.
“Untuk pengamanan dari kami selalu siaga dan di pantau terus sampai keadaan kondusif,” terangnya.
Di tempat terpisah salah satu warga yang tidak mau namanya di sebutkan, membenarkan bahwa salah satu calon melalui timnya telah melakukan praktek Money Politik dengan cara membagi-bagikan amplop yang isinya uang di pagi hari.
“Iya kang benar ada yang membagi-bagikan amplop berisi uang dan saya sendiri mendapat kan,” pungkasnya.
Editor: Red
Penulis: Dudi















