MetroMediaNews.co – Kepemimpinan KPK dibawah Ketua KPK Irjen Pol Firli Bahuri terus menunjukkan kemajuan pesat dalam pemberantasan korupsi. Lembaga antirasuah dibawah Firli bahkan baru saja membongkar kaitan politik dinasti, Nepotisme akut dan praktik korupsi yang dilakukan secara terang benderang. Ini setelah KPK melakukan OTT Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar dan Ketua DPRD Kutim, yang tak lain istri Ismunandar.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Firli mengatakan, bahwa penangkapan tersangka korupsi di Kutai Timur membongkar relasi korupsi dan nepotisme. Menurut pria ramah itu, para pejabat yang menduduki jabatan membuktikan bahwa pengaruh kuat nepotisme terhadap korupsi.
“Kutai Timur contoh nyata nepotisme telah menyebabkan korupsi yang merugikan keuangan negara. Sangat terang benderang betapa lancarnya korupsi di Kutim. Proyek disusun pemda kab-disetujui ketua DPRD (istri bupati)- dicarikan rekanan (tim sukses untuk pilkada bupati)-proyek dikerjakan Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan Nasiobal (Diknas). Bupati Kutim menjamin tidak ada relokasi anggaran di Diknas dan PUPR karena Covid 19. Dalam hal ini, fee proyek ditampung oleh Kepala BPKAD dan kepala Bapenda untuk kepentingan Bupati Kutim,” kata Firli, Selasa (7/7/2020).
OTT Bupati Kutim dan istrinya ini juga membuka pintu kaitan politik dinasti dan korupsi. Lalu, apa solusi mencegah korupsi dari sudut pandang politik dinasti dan korupsi?.
Firli menuturkan, memberantas korupsi perlu andil peran dan dukungan semua pihak eksekutif, legislatif, yudikatif dan seluruh anak bangsa dalam perbaikan sistem secara menyeluruh.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











