SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Megapolitan

Ngaku Polisi, Ternyata Penganiaya Perawat RS Siloam Seorang Wiraswasta

96
×

Ngaku Polisi, Ternyata Penganiaya Perawat RS Siloam Seorang Wiraswasta

Sebarkan artikel ini

MMM.co, Jakarta – Polisi membantah Jason yang mengaku-ngaku sebagai polisi. Terungkap bahwa Jason merupakan seorang wiraswasta yang bergerak di bidang suku cadang mobil dan motor.

“Pelaku bukan anggota polisi dan saat ini yang bersangkutan sudah ditahan di Polrestabes Palembang. Yang mengatakan ‘saya polisi’ itu adalah anggota polda yang kebetulan sedang di TKP untuk menenangkan tersangka,” kata Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri seperti dilansir dari detikcom, Sabtu (17/4/2021).

Jason diketahui berprofesi sebagai pengusaha suku cadang mobil dan motor di Kayuagung, Ogan Komering ilir (OKI). “(Pekerjaannya) wiraswasta,” jelas Eko.

Jason juga telah meminta maaf dan menyesali perbuatannya yang dia sebut merupakan emosi sesaat. Pihak RS Siloam tetap meminta polisi memproses kasus Jason.

“Siloam menyerahkan kasus ini ke kepolisian untuk menindak pelaku dengan tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya dr Bona Fernando, Sabtu (17/4).

Selain itu, dr Bona berbicara tentang kondisi Christina. Dia mengatakan Christina masih menjalani perawatan di rumah sakit, namun kondisinya sudah lebih baik.

“Sudah lebih baik dari kemarin, tapi masih butuh waktu untuk pemulihan terutama dari segi psikis,” jelasnya.

Dokter Bona juga menanggapi soal sikap perawatnya yang disebut mencabut infus dengan tidak sesuai dengan aturan. Pihaknya menegaskan Christina sudah melakukan tugas sesuai dengan standard operating procedure (SOP).

“Itu tidak benar,” kata dr Bona.

“Prosedur cabut infus sudah dilakukan sesuai SOP yang berlaku,” ujarnya menegaskan.

(Ismet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *