SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Kab. PemalangPendidikanSekolah

Sejumlah Kepala Sekolah di Pemalang Kecewa Dipindah Tugaskan Jauh dari Domisili

128
×

Sejumlah Kepala Sekolah di Pemalang Kecewa Dipindah Tugaskan Jauh dari Domisili

Sebarkan artikel ini
Poto sejumlah kepala sekolah di Pemalang kecewa dipindah tugaskan jauh dari domisili

PEMALANG – Penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan kepala sekolah oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang menuai keluhan dari sejumlah tenaga pendidik. Ratusan kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMP disebut kecewa karena lokasi penugasan baru dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.

Penyerahan SK yang digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Comal pada Minggu (24/5/2026) itu dihadiri sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Ketua DPRD Kabupaten Pemalang. Namun, kebijakan tersebut justru memunculkan keresahan di kalangan kepala sekolah yang terdampak mutasi dan penugasan baru.

Beberapa kepala sekolah bahkan terlihat menahan tangis lantaran harus menjalankan tugas di wilayah yang cukup jauh dari domisili mereka saat ini.

“Saya sudah tua, domisili di Ampelgading tapi ditugaskan di Petarukan yang jarak tempuhnya puluhan kilometer dengan akses jalan yang belum bagus,” ujar salah satu kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya, Senin (25/5/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan kepala sekolah lainnya yang mengaku tinggal di Kecamatan Taman namun mendapat penempatan tugas di wilayah berbeda kecamatan. Ia mengaku khawatir karena setiap hari harus melewati jalur Pantura yang padat kendaraan besar.

“Saya was-was kalau melewati jalur Pantura karena lalu lintasnya terlalu ramai,” keluhnya.

Para kepala sekolah menilai kebijakan penempatan tugas yang terlalu jauh dari domisili akan berdampak pada meningkatnya pengeluaran pribadi, kelelahan fisik, waktu tempuh perjalanan, hingga faktor keselamatan saat menuju sekolah tempat mereka bertugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *