SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOMEKab. PemalangPeristiwa

Dua Remaja Latihan Dayung,Tewas Tenggelam di Sungai Waluh Pemalang

44
×

Dua Remaja Latihan Dayung,Tewas Tenggelam di Sungai Waluh Pemalang

Sebarkan artikel ini

PEMALANG – Dua remaja yang tengah menjalani latihan dayung dilaporkan tewas, setelah sebelumnya sempat tenggelam di aliran Kali Waluh, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, pada sabtu sore ( 23/5 ) kemarin.

Operasi pencarian digelar Tim Gabungan sejak laporan kehilangan dua korban hingga Senin siang ( 25/5 ), Tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI Kabupaten Pemalang, relawan, serta warga setempat turut melakukan penyisiran sungai.

Dari informasi yang diterima awak media,Pada Minggu (24/5 ) sekira pukul 18.18 wib, Polsek Taman menerima laporan orang hilang di Sungai Waluh, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Dua orang yang dilaporkan hilang masing-masing bernama Alfi Syahri dan Aif Afifan, keduanya merupakan warga Dusun Pesapen, Desa Saradan, kecamatan Pemalang.

Mereka sebelumnya mengendarai sepeda motor, sambil membawa perahu Kayak kapasitas 2 orang. Mereka terakhir terlihat beraktivitas pada Sabtu ( 23/5:) sekitar pukul 16.00 wib di area sungai Waluh Desa Penggarit, hingga akhirnya dilaporkan hilang di sungai tersebut.

Menurut keterangan ketua PMI Kabupaten Pemalang Achmad Fatah,kedua korban diketahui tengah berlatih menggunakan perahu dayung tanpa pendampingan resmi pengurus olahraga. Disamping itu, kedua remaja tersebut diduga tidak menggunakan alat pelindung diri berupa pelampung saat berlatih di sungai.

“Latihan dilakukan tanpa konfirmasi kepada pengurus dan diduga tidak menggunakan SOP latihan dengan menggunakan APD atau pelampung,” ujar Achmad Fatah, pada Senin ( 25/5 ).

Kondisi sungai yang keruh serta arus cukup deras turut menyulitkan proses pencarian selama operasi berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *