Labuhanbatu Utara —dugaan penganiayaan Labura, Polisi bersama Subdenpom Rantauprapat masih mendalami dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang warga berinisial LD Hutabarat meninggal dunia di Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara.
Kasus ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan keterlibatan empat petugas pengawas dan keamanan PT Agrinas Palma Nusantara, termasuk dua orang yang diduga merupakan anggota TNI.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, mengatakan pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Selain itu, penyidik juga telah memeriksa sedikitnya 10 saksi guna mengungkap fakta-fakta dalam peristiwa tersebut.
“Kronologi berawal dari dugaan pencurian buah sawit, kemudian dilakukan pengejaran oleh petugas keamanan perusahaan yang berujung pada meninggalnya satu orang korban. Kami sudah memeriksa 10 saksi, empat di antaranya merupakan petugas keamanan perusahaan,” ujar Wahyu.
Menurutnya, proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk pendalaman terkait informasi dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus tersebut.
Pemeriksaan dilakukan bersama Subdenpom Rantauprapat untuk memastikan penanganan perkara berjalan sesuai kewenangan masing-masing institusi.
“Saat ini pemeriksaan masih berlangsung dengan pendampingan Subdenpom Labuhanbatu. Hasil pemeriksaan dan penetapan tersangka akan kami sampaikan lebih lanjut,” katanya.
Sebelumnya, pihak keluarga menduga LD Hutabarat menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh empat petugas pengawas dan keamanan perusahaan.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa (16/6/2026) di lokasi penimbangan buah kelapa sawit di Dusun Lubuk Pinang, Desa Sukarame Baru.















