SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
DaerahHukumKab. LabuhanbatuKekerasanKriminalPolriSumatera Utara

Puluhan Personel Brimob ke polres Labuhanbatu Disiagakan Saat Konflik Agrinas-Warga di Labura Berlanjut

76
×

Puluhan Personel Brimob ke polres Labuhanbatu Disiagakan Saat Konflik Agrinas-Warga di Labura Berlanjut

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu—Situasi pascakerusuhan di kawasan perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional I di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), masih menjadi perhatian aparat keamanan. Rabu (17/6/2026), Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Labuhanbatu mendapat penguatan personel bantuan kendali operasional (BKO) dari Batalyon B Pelopor Brimob Polda Sumut yang bermarkas di Tebingtinggi.

Pantauan di Mapolres Labuhanbatu di Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, sejumlah truk pengangkut puluhan personel Brimob tampak terparkir di halaman polres labuhanbatu,Personel berseragam lengkap juga terlihat bersiaga untuk memperkuat pengamanan, “Sebanyak satu kompi atau sekitar 100 personel BKO dikerahkan,” ujar salah seorang personel Brimob kepada wartawan.

personel Brimob ditugaskan menjaga keamanan Mapolres Labuhanbatu, sementara personel kepolisian setempat difokuskan untuk membantu pengamanan di wilayah konflik, “Kami bertugas mengamankan Polres. Sementara personel Polres Labuhanbatu diterjunkan untuk membantu Polsek Kualuh Hulu dalam mengendalikan situasi dan mengamankan lokasi kejadian,” katanya.

Konflik yang pecah di areal perkebunan tersebut dipicu meninggalnya seorang warga yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum petugas pengamanan perusahaan. Peristiwa itu memantik kemarahan warga hingga berujung aksi massa yang membakar dan merusak sejumlah fasilitas perusahaan.

Sedikitnya tiga bangunan dilaporkan terdampak dalam insiden tersebut, termasuk kantor dan mess milik PT Agrinas Palma Nusantara Regional I yang kini mengelola eks areal PT Grahadura Leidong Prima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *