PEMALANG – Isu tidak sedap yang menyelimuti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP tahun 2026 ini akhirnya memaksa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang Supaat akhirnya angkat bicara.
Di tengah gelombang protes orang tua murid yang menduga adanya permainan nilai dan zonasi siluman, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Pemalang menegaskan bahwa sistem seleksi berjalan tanpa celah intervensi.
“Saya pastikan insya Allah sesuai komitmen tidak ada Permainan ya ,
Teknisnya saya larang permainan atau titipan titipan dan sebagainya secara umum jangan sampai terjadi, biar masyarakat terlayani sesuai dengan zona, jadi kami pastikan apa yang dituduhkan ke kami, boleh boleh saja, tapi kami pastikan, sepengetahuan saya, seperintah saya sesuai dengan panduan pedoman penerimaan siswa jadi kalau mau komplen boleh silahkan,” Terang Supaat pada Rabu ( 1/7 ).
Semetara itu, Kepala dinas pendidikan Supaat saat ditanya isu yang berkembang ada salah satu orangtua siswa, yang kurang berkenan dengan hasil sistem zonasi, sehingga anaknya tidak bisa diterima,pada sekolah yang diinginkannya, Supaat mengaku sudah bertemu dengan orangtua calon siswa tersebut,
“Kalau yang kemarin orang tua dari calon siswa yang tidak diterima di salah satu SMP Negeri di Pemalang, sudah ketemu saya, sudah dongeng malah beliau melalui jalur afirmasi dan sudah saya sampaikan beberapa persyaratan nya, sudah selesai ketika ketemu saya sudah selesai, beliau sudah memahami terhadap susunan itu” tambah Supaat.
Dirinya menambahkan, bahwa sistem pendaftaran peserta siswa didik baru (PPDB) seluruhnya sudah dijalankan sesuai dengan regulasi yang ada,















