MANDAILING NATAL – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Taufiq Zulhendra Ritonga, bergerak cepat menindaklanjuti aduan para petani terkait serangan hama tikus yang melanda sekitar 400 hektare areal persawahan di wilayah Sihepeng Raya, Kecamatan Siabu.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Wilayah terdampak meliputi Desa Sihepeng 1, Sihepeng 2, Sihepeng 3, Sihepeng 4, dan Sihepeng 5. Serangan hama tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan produktivitas padi apabila tidak segera ditangani.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Pertanian Madina melaksanakan pengendalian hama dengan menggunakan umpan berupa dedak yang dicampur obat khusus pembasmi tikus. Upaya ini dilakukan untuk menekan populasi hama sekaligus melindungi tanaman padi milik petani.
Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufiq Zulhendra Ritonga, mengatakan penanganan cepat dilakukan sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.
Kegiatan pengendalian hama tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Camat Siabu Ahmad Fadhlan Lubis, S.Sos., M.M., Koordinator Pengamat Hama Pertanian (PHP) Alfisyahrin, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Siabu Kholidah Pulungan, S.P., Kepala Bidang Tanaman Pangan Juli Hidayah, S.P., M.M., para penyuluh pertanian, Babinsa Koramil 12/Siabu, seluruh kepala desa se-Sihepeng Raya, serta kelompok tani.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pengendalian hama tikus sehingga kerusakan tanaman dapat diminimalkan dan hasil panen petani tetap terjaga.
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal juga mengimbau para petani untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian apabila menemukan gejala serangan hama di lahan pertanian, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan tidak meluas ke wilayah lainnya.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











