“Kita lihat dari Rp187 triliun sampai akhir 2018 telah dibangun 191.000 kilometer jalan desa, panjang sekali,” jelasnya.
Dari Dana Desa juga telah dibangun sebanyak 24.000 Posyandu, 50.000 PAUD, dan 8.900 pasar desa yang tersebar di seluruh Tanah Air. Selain itu, sejumlah infrastruktur lain seperti irigasi, embung, air bersih, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dibangun juga merupakan buah dari program Dana Desa ini.
“Artinya ini sebuah pekerjaan besar yang banyak selesai. Tetapi memang sering ketutup karena pembangunan jalan tol, airport dan pelabuhan besar. Padahal ini lebih fundamental menurut saya,” kata Presiden.
Untuk ke depannya, selain untuk pembangunan infrastruktur, Presiden berharap Dana Desa ini penggunaannya digeser ke pemberdayaan ekonomi dan inovasi-inovasi desa. Misalnya, pengembangan desa yang memiliki potensi wisata yang baik.
Presiden memberikan contoh Desa Umbul Ponggok di Jawa Tengah. Menurutnya, setelah digarap dengan baik, kini desa tersebut bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp14 miliar per tahun dari sektor wisata.
“Daerah yang lain juga bisa mengerjakan ini dengan pola yang sama tapi mungkin produknya berbeda. Kenapa tidak. Sekali lagi potensi kekuatan desa sekarang ini menjadi sebuah fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi di Tanah Air kita,” tandasnya.(Machmudin/red)















