“Mereka selalu penasaran dengan apa yang dilihat dan sering bertanya tentang bunga maupun hewan yang ditemui,” tambah Arum.
Bermain di Alam Area Pesawahan Dinilai Lebih Menyehatkan Anak
Saat musim panen tiba, anak-anak juga terlihat antusias menyaksikan mesin pemotong padi atau yang biasa disebut “combed” oleh warga setempat. Meski belum diperbolehkan ikut terlibat langsung, mereka tetap menikmati suasana panen dengan penuh kegembiraan.
Usai bermain dan menikmati pemandangan persawahan, Arum biasanya mengajak anak-anak makan bersama di sebuah gubuk sederhana di tengah sawah.
Menurutnya, kegiatan sederhana seperti itu mampu mempererat kedekatan keluarga sekaligus menjadi cara efektif mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget dan permainan digital. Ia berharap kebiasaan bermain di alam terbuka tetap dipertahankan agar anak-anak dapat tumbuh lebih aktif, sehat, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Aktivitas sederhana di area persawahan juga dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan anak. Dengan suasana alam yang terbuka, anak-anak dapat lebih bebas berekspresi sekaligus belajar memahami kehidupan pedesaan secara langsung.
Selain memberikan pengalaman baru, bermain di alam terbuka juga membantu anak-anak mengurangi waktu penggunaan gadget secara berlebihan. Aktivitas fisik seperti berjalan di pematang sawah, berlari, hingga mengamati lingkungan sekitar dinilai mampu meningkatkan kemampuan motorik dan rasa percaya diri anak.
Bagi masyarakat pedesaan, area persawahan bukan hanya sumber mata pencaharian, tetapi juga menjadi ruang edukasi alami yang murah dan menyenangkan bagi tumbuh kembang anak-anak.















