“Budidaya ikan lele saat ini tidak hanya bergantung pada pemberian pakan, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan budidaya yang baik. Melalui penggunaan probiotik dan sistem RAS, pertumbuhan ikan menjadi lebih optimal, risiko penyakit dapat ditekan, serta biaya operasional dapat lebih efisien,” jelasnya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Sementara itu, Wiwin menambahkan bahwa keberhasilan usaha budidaya tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kedisiplinan dalam melakukan pemeliharaan, pemantauan kualitas air, serta pencatatan perkembangan pertumbuhan ikan secara berkala.
Usai sesi teori, peserta diajak melakukan praktik langsung di kolam pembesaran ikan lele milik Rutan Pemalang. Dalam kegiatan tersebut, warga binaan melihat secara langsung penerapan teknik budidaya yang telah dipelajari, mulai dari pengelolaan kolam, pengecekan kualitas air, hingga perawatan ikan agar tumbuh optimal.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis warga binaan di bidang perikanan. Selain menjadi bekal untuk membuka usaha mandiri setelah menyelesaikan masa pidana, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Rutan Pemalang dalam mewujudkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
Dengan pembinaan berbasis keterampilan seperti budidaya ikan lele, Rutan Pemalang menunjukkan bahwa masa menjalani pidana bukanlah akhir dari harapan. Sebaliknya, masa tersebut dapat menjadi momentum bagi warga binaan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. (Ragil)
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











