PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOME

Bansos Pemprov Jabar, Ilham Hendrayana: Terjadi Tumpang Tindih Data Penerima Akhirnya Pemdes yang Jadi Sasaran

298
×

Bansos Pemprov Jabar, Ilham Hendrayana: Terjadi Tumpang Tindih Data Penerima Akhirnya Pemdes yang Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Aktivis muda juga Tokoh Pemuda Kecamatan Leles, Ilham Hendrayana menyayangkan adanya data penerima bantuan sosial dari Gubernur Jawa Barat yang tumpang tindih atau Doble Zob.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Menurutnya, dari tumpang tindih itu pada akhirnya pemerintah desa yang menjadi korban bulyan oleh warga akibat salah pendataan.

“Tentunya dalam hal ini saya turut prihatin. Oleh karena itu saya bersama pemuda desa lainnya dan tokoh masyarakat akan ikut mengawal penyaluran sembako agar tepat sasaran,” kata Ilham kepada MetroMediaNews.co, Jumat (8/5/2020).

Ia menambahkan, ada lagi yang membingungkan atas kebijakan terbaru oleh PT Pos dan Giro dengan tidak mengantarkan bantaun sembako langsung ke warga penerima dan hanya sampai di kantor kecamatan.

“Padahal aturan Gubernur sudah jelas tertulis bahawa bantuan sembako harus diantar sampai ke rumah penerimanya,” ujarnya.

Ilham menjelaskan, harusnya prosesnya seperti delivery/antar barang atau wesel dan dipastikan sudah berubah statusnya menjadi barang di terima.

“Itu artinya ada pertemuan antara petugas bagian antar/kurir dengan nama yang tertulis sebagai penerima, sebab di sana ada dokumen yang harus di ambil, seperti tanda serah terima dan foto penyerahan juga penerimaan,” jelasnya.

Lanjut Ilham, “Akhirnya dengan kebijakan seperti ini jelas kepala desa di daerah kami menjadi figur yang dibicarakan oleh warga yang tidak tercatat sebagai penerima. Sebab sebagian warga masih mengira data bantuan ini adalah hasil pengajuan kepala desa,” pungkasnya.

Editor: Red
Penulis: Jay

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *