METROMEDIANEWS, CIANJUR – Salah satu koleksi Bunga Bangkai (Amorphophallus Titanum Becc) di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tumbuh mekar dengan tinggi 281 centimeter dan lebar sphata atau seludang bunga 124,4 centimeter. Sontak mekarnya bunga bangkai tersebut menarik sejumlah pengunjung dan wisatawan.
“Keberadaan jenis ini di Kebun Raya Cibodas sangat penting bagi upaya pelestarian, penelitian dan pengetahuan masyarakat luas,” kata Destri M.Si, peneliti bunga bangkai Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI , Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (5/3).
Menurutnya, kuncup bunga pertama mulai muncul di akhir Januari 2019. Pada pengamatan hingga Minggu (3/3), tinggi bunga telah mencapai 276 centimeter dan keliling 112,4 centimeter.
Hingga saat ini Kebun Raya Cibodas telah mengoleksi 14 spesimen Bunga Bangkai dalam upaya pelestraian tanaman itu.
“Bunga bangkai memerlukan waktu relatif lama untuk satu kali pembungaan, yakni empat tahun. Bunga bangkai memiliki tiga fase siklus hidup yang terdiri dari fase vegetatif atau daun, fase dorman (istirahat) dan fase generatif (berbunga),” jelasnya.
Dijelaskannya, bunga bangkai tergolong tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan keberadaannya dilindungi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.
“Keberadaan jenis ini di Kebun Raya Cibodas sangat penting bagi upaya pelestarian, penelitian dan pengetahuan masyarakat luas sehingga patut dilindungi,” tukasnya.(Farhan MR)















