HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOMEMegapolitan

Catatan dari Webinar Internasional CSEAS: Perjalanan Panjang Jammu dan Kashmir Menuju Kemakmuran

99
×

Catatan dari Webinar Internasional CSEAS: Perjalanan Panjang Jammu dan Kashmir Menuju Kemakmuran

Sebarkan artikel ini

Kini, dengan PDB nominal US $ 3,05 triliun, peringkat ekonomi India adalah terbesar ke-6 di dunia. Negara yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi ini memiliki kekuatan militer terkuat keempat di dunia. Sementara itu, tingkat melek huruf masyarakat India saat ini tercatat 74,37 persen.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Berbanding terbalik dengan rakyat India dan Jammu pada umumnya, warga Kashmir justru menderita berkepanjangan akibat perang dan serangan teror yang disponsori Pakistan dan gerakan separatis di negeri itu sejak 1947. Penyebab utama semua penderitaan warga Kashmir adalah pendudukan Pakistan selama 75 tahun terakhir terhadap sebagian wilayah Kashmir. Walau demikian, setiap tahun Pakistan merayakan Hari Solidaritas Kashmir (KSD), yang dijadikan hari libur nasional di Pakistan, yakni pada 5 Februari setiap tahunnya, Perayaan itu dimaksudkan untuk menunjukkan solidaritas dengan orang-orang Kashmir.

Pakistan menduduki sebagian Kashmir secara ilegal melalui kekuatan militer. Pakistan melakukan sabotase terhadap rencana PBB untuk menjadi tuan rumah plebisit (pemungutan suara umum untuk penentuan suatu daerah – red) di J&K dengan melanggar Resolusi PBB No. 48 tahun 1948. Untuk melakukan plebisit, baik Pakistan maupun India harus menarik pasukan mereka dari J&K.

Resolusi PBB meminta Pakistan sebagai penyerbu menarik terlebih dahulu pasukan dan sekutunya. Karena Pakistan tidak menarik pasukannya, PBB membatalkan gagasan plebisit. Sejak 1989, Pakistan telah mengirim sejumlah teroris untuk menciptakan kekacauan, pertumpahan darah, dan kehancuran di J&K.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *