“Pakistan adalah negara yang nakal. India memiliki lebih banyak Muslim daripada Pakistan,” ungkap Letjen (Purn) Syed Ata Hasnain di webinar CSEAS yang dimoderatori Dr. Asep Setiawan dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Syed Ata Hasnain sendiri merupakan seorang Muslim India. Ia berkesempatan mencapai level tertinggi di kesatuan militer India. Ia bahkan pernah menjadi Komandan Jenderal Angkatan Darat India dari Korps ke-15 di Jammu dan Kashmir. Di India, telah pernah muncul warga muslim yang menjadi presiden, wakil presiden, menteri, banyak pebisnis, sejumlah bintang olahraga dan super star di film-film Hindustan papan atas. Kini, India memiliki penduduk beragama Islam sejumlah 200 juta dengan 300,000 lebih masjid. Di Kasmir sendiri terdapat tidak kurang dari 7.500 buah masjid.
Senada dengan Syed Ata Hasnain, Veeramalla Anjaiah mengatakan bahwa Pakistan adalah pelanggar resolusi PBB yang menyebabkan terhambatnya penentuan pendapat masyarakat Kashmir untuk menentukan nasib negerinya. “Pakistan sendiri adalah pelanggar, dan spoiler (pengacau – red) resolusi PBB. Karena Pakistan tidak pernah menarik pasukannya, India tidak menarik pasukannya. PBB membatalkan gagasan untuk melakukan plebisit di Jammu dan Kashmir,” ulas Veeramalla Anjaiah.
Dalam catatan sejarah, Pakistan pernah mengobarkan empat kali perang. Tiga perang terhadap Jammu dan Kashmir, dan satu kali perang berhadapan dengan India. Akan tetapi negara itu kalah dalam ke empat perang tersebut.
Dalam upaya untuk memadamkan kerusuhan yang diciptakan oleh Pakistan dan mendorong pembangunan ekonomi, Pemerintah India memutuskan untuk menghapus status otonomi khusus J&K berdasarkan Pasal 370 Konstitusi India dan meletakannya di bawah kendali langsung Pemerintah Pusat di New Delhi pada 5 Agustus 2019.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















