“Disetiap karya tulisnya yang selalu mengangkat aspirasi tentang Sosial Masyarakat, dirinya rela mendapat kritik bahkan dijauhi oleh Pejabat”
MetroMediaNews.co|Cianjur – Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 9 Februari tentunya menjadi hari sejarah dan momentum bagi Insan Pers Indonesia.
Sama hal nya bagi Jajang Sugiarto atau biasa disapa Jay, selama bertahun tahun berkarya sebagai seorang jurnalis banyak suka dan duka yang dirasakannya.
Bagi Jay, pria asal Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat, ini menjadi seorang jurnalis adalah sebuah tantangan dan juga ibadah dalam menyuarakan aspirasi masyarakat khususnya dalam bidang sosial masyarakat.
“Memerlukan ketulusan dan keikhlasan dalam dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, karena memang dalam menyampaikan aspirasi itu tak semudah yang dibayangkan,” ujar Jay.
Ia menjelaskan, dari keinginan yang kuat saat menyampaikan aspirasi masyarakat untuk suatu perubahan pada akhirnya kita anggap sebagai suatu ibadah.
“Ada suatu kebanggaan dan kepuasaan saat apa yang kita sampaikan telah terwujud dan dapat dirasakan masyarakat walaupun harus berjibaku, bahkan dibenci oleh para pejabat,” katanya.
Ia menambahkan, segala sesuatunya membutuhkan pengorbanan dan keikhlasan untuk tetap bertahan dan terus berkarya.
“Sebagai wujud nyata dan bentuk pengabdian kita kepada negara adalah bagaimana kita sebagai seorang jurnalis dapat berkontribusi bagi negara dengan turut serta mencerdaskan bangsa,” ucapnya.
Lanjut Jay, di Hari Pers Nasional 2020 ini dirinya tetap berharap agar pemerintah terus bersinergi bersama wartawan untuk serta membangun kewilayahan dan memberikan informasi seputar program program ke kemasyarakatan.
“Yang menjadi prinsip saya adalah bagaimana berkarya dan karya kita dapat bermanfaat untuk bangsa dan negara. Lebih dari itu bagaimana dengan karya dan berita kita orang jadi bahagia, dengan berita orang jadi sukses, dengan berita orang jadi tersenyum dan dengan berita orang jadi tau segalanya,” tandasnya.
Editor: Dedy Rahman













