“Sebelumnya ada isu yang beredar simpang siur, tapi Ketum DAG baru adalah Edo Panjaitan yang terpilih secara demokrasi dan aklamasi. Tidak betul ada pemilihan Ketum semaunya pendiri saja,” kata pria yang juga biasa dipanggil Koh Ahi ini menjelaskan.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Selain itu, Hery mengajak segenap kader militan DAG untuk saling bergotong royong membesarkan organisasi.
Dia juga mengatakan bahwa perjuangan DAG ke depan bukanlah sekedar ikut-ikutan dalam eforia semata, melainkan harus memiliki kesiapan program kerja dan kepemimpinan yang berintegritas, konsisten, berkomitmen, dan penuh ketulusan hati.
“Ketum, bang Edo, sudah menekankan pentingnya untuk kita terus menerus berbuat kebajikan untuk kemaslahatan orang banyak, berbhakti untuk negeri, tanpa letih, dan tanpa berharap balasan kembali,” tegas Hery disambut riuh tepuk tangan.
Sementara itu, Penasihat DAG Bambang Sumarsono meminta agar kepengurusan baru betul-betul yang mumpuni dan amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya serta program kerja ke depan secara bersih, transparan, dan profesional (BTP).
“Semua program kerja nyata akan dievaluasi, apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan atau tidak. Karena semuanya itu, demi anak generasi bangsa dan negara. Tidak ada kepentingan lain apapun, di atas kepentingan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tegas Bambang penuh bersemangat.
Seperti diketahui, 29 Juni mendatang adalah HUT DAG ke 3, pengurus inti DAG sempat membocorkan sedikit bahasan terkait persiapannya. Salah satu bahasannya adalah persiapan agar melibatkan tokoh pemuda dan tokoh agama lainnya menjelang HUT DAG tersebut.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











