Tujuan pembangunan pada dasarnya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat seluas-luasnya. Dengan menempatkan manusia sebagai obyek sentralnya, maka perlu dipahami bila pembangunan manusia merupakan salahsatu output penting dalam suatu proses pembangunan.
Dalam perspektif the United Nations Development Programe (UNDP) pembangunan manusia (Humen Development) dirumuskan sebagai perluasan pilihan manusia (enlarging the choices of people) yang dapat dilihat sebagai proses upaya ke arah ‘perluasan pilihan’ dan sekaligus sebagai tarap yang dicapai dari upaya mencapai kesejahteraan (UNDP, 1990).
Pembangunan manusia juga dapat dilihat sebagai pembangunan kemampuan manusia melalui perbaikan taraf kesehatan, pendidikan, dan dayabeli (pendapatan-Red). Potret keberhasilan pelaksanaan pembangunan bisa dipantau lewat indicator social atau indicator ekonomi yang sudah lazim diterapkan di banyak Negara.Namun demikian tolokukur yang dapat digunakan untuk menentukan keberhasilan pembangunan dalam beberapa hal agak sulit ditentukan. Ala tukur yang kerap digunakan untuk menilai kualitas hidup selama ini sebenarnya hanya mencakup kualitas fisik, tidak termasuk kualitas non fisik, mengingat indikatornya relative lebih abstrak (Azwini, Kartono dan Prijono, 1988).
Salah satu pengukur antara kualitas fisik penduduk yang banyak digunakan yaitu suatu indeks komposit yang disebut Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang menggambarkan berbagai aspek pembangunan manusia.Aspek dimaksud yaitu kesehatan, pendidikan dan pendapatan (dayabeli).
Menurut UNDP, indicator ini dapat menunjukan tingkat pembangunan manusia suatu wilayah melalui pengukuran keadaan penduduk yang sehat dan berumur panjang, berpendidikan dan berkerampilan serta mempunyai pendapatan yang memadai.















