Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
Megapolitan

Diduga UPT DAS Cisadane- Cidurian Belanja Pemeliharaan Tanah Urugan Buat Situ Cipondoh Tidak Tepat Sasaran

×

Diduga UPT DAS Cisadane- Cidurian Belanja Pemeliharaan Tanah Urugan Buat Situ Cipondoh Tidak Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
26 Pengunjung

MMN.co, Tangerang – Situ memiliki peranan penting untuk dijadikan tandon, resapan air dan kebutuhan multiguna bagi masyarakat khususnya warga di sekitar situ. Seperti situ Cipondoh yang memiliki peranan menjadi tandon air yang turut mempertahankan cadangan air tanah disaat musim kemarau dan tempat resapan curahan air hujan. Situ Cipondoh juga menjadi tempat tampungan dari limpahan aliran air permukaan di saat musim hujan.

Ironisnya, di situ Cipondoh sebagian tepi jalan alternatif  sebagian di urug untuk direklamasi, sehingga berimbas atas penyusutan luas situ Cipondoh. Diketahui, sepanjang jalan alternatif dan di pinggir situ Cipondoh tampak tumpukan urugan tanah.

Hal tersebut mendapat sorotan tajam dari Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat-Aliansi Pemantau Pembangunan dan Pertanahan Nasional (LSM- AP3N), Anton San Joyo. Pasalnya, pemanfaatan fungsi situ Cipondoh bakal tidak maksimal. Dikhawatirkan akan menimbulkan banjir disekitar situ Cipondoh.

“Seharusnya Pemerintah Provinsi Banten melalui Bidang Aset mendata kembali dan menerbitkan aset-aset situ/danau/rawa yang hilang. Mengingat, situ Cipondoh dari data inventaris yang ada, di tahun pengukuran 1988/1989 luas semula ada 142 Ha. Lantas diduga berpotensi menyusut menjadi 119 Ha, hilang sekitar 23 Ha,” ujar Anton , Rabu (3/7/24).

Lanjutnya, bahwa tidak tertutup kemungkinan bila saat ini diukur kembali hilangnya atau penyusutannya lebih banyak lagi.

“Bahkan ada dugaan pembangunan jogging track di sekitar situ tersebut ada kepentingan pribadi, karena lokasi tersebut berdekatan dengan rumah makan dan lestoran milik dari mantan pejabat Pemerintah Provinsi Banten,” katanya.

Urugan di tepi jalan alternatif itu bisa menimbulkan efek negatif bagi masyarakat, karena saat hujan turun deras, jalan tertutup oleh luapan air dan akan licin. Sementara tanah urugan akan menyatu dengan luapan air dan bisa mngikibatkan kecelakaan bagi penggunaan jalan.

“Sebagai masyarakat Kota Tangerang-Banten, kita bangga bangga dengan pesatnya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, akan tetapi jangan juga untuk kepentingan masyarakat tetapi dampaknya kembali ke masyarakat,” tandasnya.(Red/dedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *