Nasional

Dijanjikan Gaji Besar, Wanita Asal Cianjur Diduga Jadi Korban Human Trafficking

383
×

Dijanjikan Gaji Besar, Wanita Asal Cianjur Diduga Jadi Korban Human Trafficking

Sebarkan artikel ini

MMN, CIANJUR – Rima Setiawati (19) warga asal Kampung Tugusari RT 02 RW 18 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, diduga jadi korban perdagangan manusia (Trafficking) ke negera Malaysia.

Anak perempuan pertama dari pasangan suami istri Ujang Saepudin (38) dan Aisah (35) itu diketahui berangkat ke Negeri Jiran pada 28 Desember 2018 dengan menggunakan jalur tidak resmi (ilegal) oleh oknum petugas rekrut berinisial (UL) asal Kabupaten Bandung.

“Iya sponsor itu datang kerumah diantar oleh saudara membujuk anak saya untuk bekerja di Malasyia,” kata Ujang saat ditemui di Kantor DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur.

Sponsor yang akrab disapa Umi itu, awalnya menawarkan Rima untuk menjadi pelayan toko di Malaysia dengan gaji yang sangat menggiurkan. Tapi, lanjut Ujang, nyatanya putrinya itu dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

“Khawatirnya anak saya itu dipindah majikan terus. Bahkan pernah nelepon dia tidak dibuatkan paspor,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Divisi Hukum DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur Topan Nugraha SH, berencana pihaknya akan menindaklanjuti perkara tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Indonesia, mengingat belakangan ini di Kabupaten Cianjur marak kejadian perdagangan orang berkedok tenaga kerja.

“Dengan adanya kejadian tersebut maka pihak kami tidak akan mentelolir terhadap para pelaku Human Trafficking di Cianjur,” tegas Topan.

Menurutnya, perkara tersebut diduga sudah masuk kejahatan murni yang wajib diawasi secara bersama-sama ataupun stakeholder lainnya. Namun untuk memberi efek jera terhadap pelaku tindak pidana TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) pihaknya tidak akan segan-segan membawa perkara tersebut keranah pidana dengan cara melaporkan kepihak kepolisian.
“Kami pasti akan melaporkan kepihak kepolisian supaya tidak ada kejadian serupa,” tandasnya.(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *