“Kalau penyebabnya sanitasi, intervensinya sanitasi. Kalau karena masalah kesehatan, intervensinya kesehatan. Jadi keputusan tidak lagi berdasarkan perkiraan, tetapi berdasarkan data,” jelas Dony.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Konsep serupa diterapkan dalam pengawasan pemerintahan. Melalui sistem digital, kinerja perangkat daerah dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala.
Ia bahkan mendorong digitalisasi menjadi bagian dari budaya kerja ASN, termasuk pemantauan kinerja dan aktivitas pemerintahan melalui dashboard elektronik.
Menurutnya, digitalisasi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, transparansi menjadi salah satu bagian penting dalam konsep smart government Sumedang.
“Bagaimana masyarakat juga bisa mengetahui tata kelola pemerintahan. Itulah bagian dari smart city,” ucapnya.
Ke depan, Sumedang akan memperkuat integrasi aplikasi, pemanfaatan AI dan big data, serta pengembangan kawasan Jatinangor sebagai City of Digital Knowledge.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga terus diperkuat, termasuk untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi serta kecerdasan buatan.
Dony menilai forum ASCN menjadi ruang penting bagi daerah untuk saling belajar dan berkolaborasi.
“ASCN memberikan inspirasi, pertukaran pengetahuan dua arah, serta membuka akses kemitraan dan pendanaan,” tuturnya.
Ia pun menutup paparannya dengan filosofi yang menjadi ruh transformasi digital Sumedang: Sumedang Membumi.
“Smart city bukan yang paling canggih, melainkan yang paling terasa sampai ke desa. Karasa, terlihat, terlaksana dan terasa oleh masyarakat,” pungkasnya.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











