HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
AsiaDaerahNasionalSumedang

Dony: Smart City Harus Kadeuleu, Karampa, dan Karasa ku Masyarakat

41
×

Dony: Smart City Harus Kadeuleu, Karampa, dan Karasa ku Masyarakat

Sebarkan artikel ini
59939

JAKARTA – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir membawa pesan kuat tentang makna smart city dalam ASEAN Smart City Network (ASCN) Forum 2026 yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/8/2026).

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Di hadapan para pimpinan daerah, praktisi dan pemangku kepentingan pengembangan kota cerdas, Dony menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat. Tujuan akhirnya tetap kesejahteraan masyarakat.

“Bagi kami, digitalisasi ini adalah instrumen. Tujuannya tetap kesejahteraan rakyat,” kata Dony.

Ia mencontohkan perubahan layanan administrasi kependudukan di Sumedang. Jika sebelumnya masyarakat membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan dokumen, kini sejumlah layanan dapat diselesaikan secara digital dan dokumen dikirim langsung kepada masyarakat.

“Dulu bisa enam bulan lebih lama. Sekarang untuk akta dan KTP maksimal tiga hari, bahkan dokumen bisa dikirim melalui WhatsApp,” ujarnya.

Transformasi tersebut juga diterapkan hingga tingkat desa. Pemerintahan desa telah didukung jaringan fiber optik, e-office dan layanan administrasi elektronik.

Bupati Dony juga memperkenalkan WA Kepo, layanan chatbot yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan dan informasi pemerintahan hanya melalui WhatsApp.

Tak berhenti pada pelayanan publik, digitalisasi digunakan untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berbasis kondisi di lapangan.

Dalam penanganan stunting, misalnya, Sumedang memanfaatkan SIM-4T untuk memetakan persoalan secara lebih detail. Pemerintah dapat mengetahui siapa yang membutuhkan intervensi, di mana lokasinya, serta faktor yang menjadi penyebabnya.

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *