SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Daerah

Hadirkan Sejarawan Anhar Gonggong, Lokatmala Foundation dan Historika Indonesia Bedah Kepahlawanan Kapten Harun Kabir

49
×

Hadirkan Sejarawan Anhar Gonggong, Lokatmala Foundation dan Historika Indonesia Bedah Kepahlawanan Kapten Harun Kabir

Sebarkan artikel ini

Kapten Harun Kabir memimpin sejumlah pasukan gerilya. Dia meledakkan berbagai obyek vital untuk melawan Belanda. Dari Bogor, Harun Kabir dan keluarganya menyingkir ke Sukabumi, kemudian ke wilayah Cianjur untuk terus bergerilya.

Di tengah penyakit malaria yang dideritanya, Harun Kabir masih terus memimpin gerilya. Hingga saat terakhirnya di Cianjur, saat pahlawan tersebut menemui ajal di ujung senapan serdadu Belanda.

“Dia adalah manusia langka di zamannya. Dengan bakat kepemimpinan yang baik, dan lurus, Harun Kabir tetap berusaha ‘waras’ di tengah badai revolusi. Dia tidak membiarkan dirinya larut, namun terus memelihara sikap sendiri,” kata Hendi Jo, penulis buku Demi Republik, Perjuangan Kapten Harun Kabir 1942-1947, yang diterbitkan Mata Padi pada acara bedah buku yang digelar Lokatmala Foundation dan Historika Indonesia di Bale Prayoga Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat 2 Agustus 2024 itu.

Mewakili Bupati Cianjur H Herman Suherman, S.T, M.A.P, Kabag Hukum Setda Kab. Cianjur, Dr. Mokhamad Irfan Sofyan, ST., SH., M.Kn,, mengapresiasi acara bedah buku tersebut. Ia berharap perjuangan dan pengorbanan Kapten Harun Kabir bisa menjadi inspirasi untuk generasi penerus.

Ketua Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia atau Lokatmala Foundation, Wina Rezky Agustina, M.Sn, menjelaskan, kegiatan diskusi buku ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif akan pentingnya penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang kadang sering terlupakan.

“Dari peristiwa sejarah yang terjadi di Kabupaten Cianjur seperti halnya perjuangan Kapten Harun Kabir yang kini diabadikan salah satu nama jalan di Kabupaten Cianjur patut untuk diungkap kembali agar bisa diketahui oleh generasi muda,” kata Wina yang juga Dosen di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. (FKIP) Universitas Suryakancana Cianjur itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *