1. Peningkatan kelas Puskesmas, sehingga ada rawat inap
2. Peningkatan pendidikan kesehatan masyarakat, agar masyarakat sadar medis.
*Penanganan Sampah:
1. Pengelolaan sampah dengan Biodigester yang ramah lingkungan sangat tepat di kembangkan di kota Bandung
2. Budaya membuang sampah yang benar harus di bantu dan di edukasi langsung ke setiap rumah oleh petugas khusus “Superman Sampah” setiap RT yang di bentuk PEMKOT untuk mengantisipasi Psikologis dan Sosiologis negatif masyarakat terhadap sampah
3. Paradigma PEMKOT harus di rubah, dari membuang sampah menjadi mengambil dan mengolah sampah, paradigma ini secara simultan untuk mencapai target sehingga sampah menjadi sumber PAD kota dengan nilai tambah, pupuk organik, bio gas dan hasil daur ulang sampah plastik dan besi.
4. Incenerator hanya di gunakan sementara untuk mengantisipasi open dumping sampah yang belum tertangani, manakala budaya “Buang, Ambil dan Olah Sampah” sudah membudaya dengan baik, maka secara otomatis Open dumping dan Incenerator sampah dihentikan, karena dua sistem ini sifatnya hanya sementara dan emergency dari penanganan sampah
*Pemberantasan Korupsi dan Pungli:
1. Saber Pungli Kota Bandung, secara simultan terus di tingkatkan kemampuannya, untuk dapat menangkap setiap pelaku kejahatan Korupsi dan Pungli di Kota Bandung, dengan tetap bekerjasama dan berkordinasi dengan Kepolisian, Kejaksaan dan KPK
2. Meningkatkan pembangunan *mental spiritual warga kota*, khusus untuk muslim, dengan program memasyaratkan Tahajjud Call, Shalat Subuh di Mesjid dan Maghrib mengaji, dan Walikota setiap hari selalu berkeliling dari mesjid ke mesjid di 30 Kecamatan dan 150 kelurahan















