SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
EkonomiHOMEKab. LabuhanbatuPemerintahanUMKM

Kelangkaan Gas Melon di Rantauprapat, UMKM dan Warga Miskin Kian Terjepit

149
×

Kelangkaan Gas Melon di Rantauprapat, UMKM dan Warga Miskin Kian Terjepit

Sebarkan artikel ini
Kelangkaan gas melon di Rantauprapat, UMKM dan warga miskin kian terjepit. Poto: Khairul/AI Gpt/MMN

LABUHANBATU – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon di Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, semakin meresahkan masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi yang selama ini menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Warga mengaku harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain untuk mencari gas elpiji 3 kilogram. Tidak sedikit yang harus mengantre berjam-jam, namun tetap pulang tanpa membawa tabung gas karena stok telah habis.

Kalaupun tersedia, harga jual di sejumlah titik dilaporkan jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kelangkaan gas melon tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga memukul para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan aktivitas usahanya pada bahan bakar tersebut.

Pedagang makanan keliling, warung makan, penjual gorengan, hingga usaha rumahan lainnya mengaku kesulitan menjalankan kegiatan produksi akibat tidak tersedianya pasokan gas.

Sebagian bahkan terpaksa menghentikan aktivitas usaha untuk sementara waktu karena tidak memiliki alternatif bahan bakar lain yang terjangkau.

Kondisi ini secara langsung berdampak pada menurunnya pendapatan masyarakat kecil yang selama ini mengandalkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas sehari-hari.

Kelangkaan yang berkepanjangan membuat banyak keluarga harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan gas atau mencari alternatif lain yang justru lebih mahal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *