Kini, kabar kematian Kepala SPPG di Bandung tersebut kian menuai sorotan sebagian publik di media sosial.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Terlebih, beredar pula sepucuk surat yang mengungkap adanya dugaan tekanan kerja hingga pergolakan batin korban.
Sepucuk Surat Berisi Permintaan Maaf
Dalam unggahan yang beredar, terlihat pesan yang berisi permohonan maaf ke pihak keluarga, lantaran diduga korban merasa mengecewakan mereka.
“Maafin kalau jarang cerita atau ngobrol. Belum bisa berpikir dewasa, mengecewakan keluarga,” demikian tertulis dalam surat tersebut.
Surat itu juga mengungkapkan adanya dugaan tekanan yang disinyalir telah dirasakan oleh korban selama bekerja sebagai Kepala SPPG.
Terlebih, rekan-rekan kerjanya di bagian dapur SPPG, juga disebut dalam surat itu, lantaran korban diduga merasa belum pantas menduduki posisi kepala dan merasa kurang atas kinerjanya selama ini.
“Kepada rekan kerja dapur, maafin saya banyak kurangnya. Saya belum pantas mendapatkan posisi itu,” tulis dalam surat itu.
“Saya tidak bisa bekerja dengan semestinya, maaf jadi beban kalian,” tandasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian setempat ihwal kronologi hingga penyebab kematian Kepala SPPG Pameungpeuk, Bandung tersebut. (Firden)
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.









