SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Kesal Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Adakan Iuran Untuk Pengecoran Jalan

470
×

Kesal Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Adakan Iuran Untuk Pengecoran Jalan

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Kesal dengan keadaan jalan yang rusak parah dan belum tersentuh oleh pemerintah, warga Kampung Cibuluh RT 10/04, Desa Sirnasari, kecamatan Leles, Cianjur Selatan, Jawa Barat, inisiatif mengadakan iuran secara swadaya dari warga ke warga satu ke RT an.

Kegiatan dipelopori oleh kang Opik (35) selaku Tokoh Pemuda dengan mengajak warga Kampung Cibuluh mengadakan musyawarah dengan kesepakatan iuran sebesar Rp5000/KK atau setiap satu rumah untuk membangun jalan dengan cor manual.

Wawan (36) warga Cibuluh yang ikut serta dalam kegiatan itu mengapresiasi usaha para warga yang mau melakukan iuran secara swadaya untuk kepentingan bersama.

“Alhamdulillah dari semua biaya yang terkumpul sejumlah Rp1.255.000 untuk mengecor jalan Kampung sepanjang 12 meter dengan lebar 2,5 meter,” katanya, Senin (10/9/2019).

Ia menjelaskan, kegiatan ini murni hasil swadaya masyarakat, jadi tidak ada campur tangan bantuan dari pemerintah desa setempat.

“Boro-boro. Kalau ada mah engak bakalan ngandelin uang iuran dari warga,” ujarnya.

Hal sama dikatakan Opik (35), sudah sejak lama warga Kampung Cibuluh berharap dari pemerintah untuk dapat memperbaiki jalan yang sudah rusak parah.

“Kami hanya meminta keadilan dan pemerataan pembangunan dari pemerintah desa dalam menyalurkan Dana Desa (DD) untuk infrastruktur seperti jalan Kampung dan Gang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seharusnya hasil musyawarah Kedusunan (Musdus) selanjutnya dibawa ke Musyawarah Desa (Musdes) agar bisa direalisasikan sesuai hasil rapat.

“Jangan hasil rapat Musdus dan Musdes yang sudah sepakat, malah realisasinya engak jelas diarahkan ke kampung lain atau ke Kedusunan lain. Jadi keluar dari kesepakatan,” terangnya.

Masih kata Opik, jalan ini setiap harinya digunakan oleh warga sekitar dan merupakan akses jalan utama.

“Kalau engak dibetulin mau gimana kami dengan warga lainya. Maka kami memberanikan diri mengandalkan modal nekat dengan warga lainnya untuk memperbaiki jalan ini. Alhamdulillah ternyata bisa dan mampu berhasil. Semoga pemerintah desa bisa peduli setelah melihat keadaan di Kampung kami,” tandasnya.

Editor: Dedy Rahman
Reporter: Ilham/Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *