Berbagai program seperti seminar, diskusi ilmiah, lomba debat, kegiatan seni dan olahraga, hingga pengabdian kepada masyarakat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus membangun kepekaan sosial mahasiswa.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Kampus yang berdampak adalah kampus yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, aktivitas mahasiswa tidak boleh berhenti pada ruang kelas, tetapi harus menjangkau kebutuhan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam pidatonya, Rektor UMK juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurutnya, teknologi digital telah membuka akses informasi tanpa batas dan mempercepat pertukaran pengetahuan di seluruh dunia. Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga dapat memicu konflik sosial, diskriminasi, hingga disintegrasi apabila tidak diimbangi dengan karakter dan kepemimpinan yang kuat.
“Teknologi memang mampu mempertemukan pengetahuan dari seluruh dunia dalam genggaman tangan kita. Namun teknologi tidak selalu melahirkan kebaikan. Karena itu dibutuhkan kepemimpinan lintas budaya agar kemajuan teknologi benar-benar membawa manfaat bagi kemanusiaan,” katanya.
Tiga Dimensi Kepemimpinan yang Harus Dimiliki Mahasiswa
Untuk menghadapi masyarakat global yang semakin kompleks, Nazaruddin Malik menekankan pentingnya membangun kepemimpinan lintas budaya sebagai fondasi utama bagi mahasiswa.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











